Prototipe pembelajaran berdiferensiasi lewat AR & VR etnomatematika untuk sekolah inklusi.
Luaran Tahun 1 penelitian BIMA — Kerapan Sapi & Sapi Sonok sebagai konteks bangun datar dan bangun ruang di Madura.
Dirancang untuk kelas inklusi (termasuk SBK): konten budaya yang sama, proses dan produk yang berbeda.
Identifikasi bentuk sederhana pada objek budaya lewat AR. Dukungan visual kuat, langkah singkat.
Mulai Level 1 →Petakan ciri bangun datar/ruang ke bagian Kaleles, gerbang Sonok, dan Tanian Lanjang.
Mulai Level 2 →VR museum Keraton + analisis mandiri: volume, simetri, dan pola ruang Madura.
Mulai Level 3 →Empat objek etnomatematika Madura — tiap objek punya marker cetak untuk AR.
Satu paket media untuk implementasi immersive learning — marker cetak, AR kamera, dan museum VR.
Scan marker Karapan Sapi, Sapi Sonok, dan Tanian Lanjang — model 3D + Mode Amati.
Jelajah koleksi Keraton Sumenep (layar HP atau kacamata) sebagai perluasan konteks budaya.
Pemetaan konsep geometri pada artefak budaya yang dipakai dalam modul Tahun 1.
Kaleles sebagai limas/tabung; arena sebagai lingkaran; jalur lomba sebagai garis sejajar.
Gerbang sonok sebagai simetri lipat; hiasan sebagai pola berulang; pasangan sebagai kesebangunan.
Halaman panjang, deret rumah, dan volume bangunan adat sebagai konteks luas dan volume.
Eksplorasi warisan Sumenep untuk deep learning: observasi, refleksi, dan koneksi budaya–matematika.